Apakah sebenarnya tujuan overclocking ?
Tujuan utama melakukan overclock adalah memacu sebuah processor VGA dan CPU agar lebih cepat bekerja. Kata lain, kecepatan standard dirubah menjadi kecepatan diatas standard.
Tetapi saat ini dengan teknologi yang ada, memungkinkan seseorang memiliki kemudahan membuat computer dengan sistem overclock. Misalnya seseorang ingin memacu computer lebih cepat bekerja dengan processor yang lebih murah untuk menyamai computer yang memiliki processor lebih cepat dan mahal. Misalnya mengunakan processor seharga 1 juta akan memiliki kecepatan processor seharga 2 juta.
Ada juga tujuan khusus yang menjadi trend setelah pada tahun 2000 misalnya untuk aplikasi game. Dengan melakukan overclock , sebuah computer akan lebih cepat dan lebih nyaman dinikmati karena lebih cepat. Dengan overclock semua perangkat akan meningkat walaupun terkadang tidak murah
Fungsi dari overclock sekarang ini adalah tujuan paling umum bagi pengemar PC. Karena tersedianya perangkat tambahan semuanya telah tersedia, serta dukungan oleh perusahaan mainboard untuk memasukan sistem overclock pada BIOS. Dibandingkan tahun 2000, ketika itu belum banyak perangkat khusus untuk overclock. Dan terbatasnya perangkat seperti memory, mainboard dan heatsink yang tidak selengkap saat ini
Hal - hal yang perlu dipersiapkan untuk overclocking
Overclocking yang sukses adalah sering kali merupakan masalah ‘apa yang Anda ketahui’ juga seperti ‘apa yang Anda miliki’. Mengerti simpang siur jalan dari ketergantungan perangkat keras dan Tweaks bahwa dapat membuat perbedaan antara suatu overclock yang sukses dan kegagalan total adalah hal yang menuntut latihan.
Sebelum memulai, sebaiknya kita perhatikan beberapa hal penting yang perlu diketahui dalam melakukan overclocking.
• Sebaiknya Anda mengenal baik tentang motherboard yang anda gunakan dan juga BIOS yang ada padanya. Selain itu, anda juga harus tahu bagaimana cara me-reset atau meng-"clear CMOS" bilamana terjadi suatu kekeliruan dalam overclocking via BIOS. Anda baca dulu baik-baik buku manual dan yakinkan dengan sedikit berlatih bagaimana me-reset BIOS anda.
• Pelajari tentang karakteristik suhu processor. Anda dapat mengetahuinya dengan bantuan software third party seperti MotherBoard Monitor, CPU-Z, Aida32, SisoftSandra, atau langsung dengan perbandingan pada BIOS motherboard anda. Hal ini penting, karena suhu adalah "teman sejati" overclocking. Sesuatu yang pasti terjadi sebagai hasil dari overclock yang dilakukan namun harus ditekan serendah mungkin.
• Pelajari baik-baik cara kerja dan parameter-parameter yang berlaku, serta ketahui fungsi yang ada pada software-software third party yang anda gunakan. Keberhasilan suatu overclock akan terlihat secara nyata dengan suatu basic nilai pengukuran (dikenal sebagai benchmarking).
Langkah – langkah melakukan overclocking
Dewasa ini hardware yang pada umumnya dapat dioverclock hanya sebatas 3 prperal saja, yaitu : Processor, RAM, dan VGA. Dalam mengoverclock suatu hardware dapat digunakan dua cara yaitu under windows dan dapat juga menggunakan software tambahan untuk mengkonfigurasikan hardware seperti Riva-tuner, ati tool dan lain – lain.
Pada Overclock kali ini, penulis menggunakan BIOS sebagai media overclock. Hal ini dilakukan karena media BIOS dianggap media yang paling stabil dan mudah dalam mengkonfigurasikan hardware. Adapun langkah – langkah untuk mengoverclock hardware yaitu :
a. overclock Processor
Pada saat kita memasuki BIOS, banyak menu – menu yang ditamplkan. Kita cukup memasuk menu Soft Menu lalu mengatur frekuensinya dari 200 MHz menjadi 250 MHz. Naikkan frekuensi processor tersebut dengan perlahan – lahan yaitu dengan menaikkan 10 MHz. Apabila pada keadaan 250 MHz tersebut keadaan processor masih stabil, naikkan secara perlahan lagi menjadi lebih tinggi. Pada kesempatan kali ini penulis berhasil menaikkan frekuensi processor menjadi 300 MHz. Menurut refresni yang pernah penulis baca, jenis processor AMD Athlon 64 3000+ yang ber-core winchester dapat mencapai 340 MHz.
Apabila terlihat kurang stabil, hal ini dapat diakibatkan karena kurangnya teganngan yang dispulai. Sehingga masalah tersebut dapat diatasi dengan menaikkan voltase Processor sedikit demi sedikit. Processor AMD 64 memiliki tegangan awal 1,4 V dan dapat kita tingkatkan hingga 1,65 V. dalam menaikan voltase kita dituntut untuk berhati – hati, karena apabla terjadi kesalahan akan berakibat fatal seperti hangusnya processor atau rusaknya man board.
b. Overclock RAM (Random Access Memory)
Dalam mengoverclock RAM, terdapat 3 hal yang harus diperhatkan yaitu timing, frekuensi dan voltase. Timing yang akan penulis gunakan adalah timing keatat hal ini dimaksudkan agar memperkecil delay pada saat memproses suatu pekerjaan. Timing yang terdiri dari CL-RCD-RP-RAS kta konfigurasikan perbandingannya sekecl mungkin. Menurut refrensi yang penulis baca, perbandngan yang paling minimum dan stabil adalah 2-2-2-5 untuk DDR I.
Ha kedua yang harus diperhatikan adalah frekuensi RAM, sama halnya dengan processor. Semakin tinggi suatu frekuensinya maka semakin baik. Frekuensi yang disediakan oleh BIOS antara lain 100 MHz, 133 MHz, 166 MHz, dan 200 MHz. Apabila RAM anda adlah PC 3200, itu artnya RAM Anda memiliki frekuensi maksimum 200 MHz.
Hal yang terkahr harus diperhatikan adalh voltase. Agar mendapatkan hasil yang memuaskan dan lebih stabil, maka langkah terakhir ini perlu diperhatikan karena segala hardware yang memilki kinerja tingg biasanya membutuhkan daya yang lebih besar pula. Dengan peningkatan tegangan pada RAM potensi overclock-nya pun terus meningkat, namun perlu dwaspadai untuk meningkatkan tegangan ini karena semakin besar tegangan yang diberikan pada RAM maka semakin besar panas yang akan dihaslkan sehingga resiko terbakar atau hangusnya RAM semakin besar. Terlebih lagi RAM yang digunakan sebagai overclock tidak memiliki pendingin seperti Heat Spreader (Suatu Lempengan terbuat dari tembaga atau aluunium yang diletakkan pada kedua sisi RAM tersebut).
c. Overclock VGA
Untuk mengoverclock VGA dibutuhkan software tambahaan dengan kata lain mengoverclock VGA lebih mudah dilakukan lewat windows. Penulis menggunakan AT Tool untuk menaikkan frekuensi core dan memory VGA. ATI Excalibur X800XT adalah jens VGA yang drancang oleh produsennya untuk ajang kontes overclocking jadi tidak diherankan apablila knerja yang dihaslkan setelah overclock mengalami peningkatan yang pesat. Pada keadaan default memiki core 500 MHz dan Frekuensi memory 500 MHz.